04/07/2026
National Conference of Football and Science (NCFS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong perkembangan sepak bola Indonesia melalui riset, sains, dan kolaborasi lintas bidang.
Tidak berhenti pada sesi presentasi dan diskusi selama konferensi, sebanyak 11 karya ilmiah yang menjadi bagian dari NCFS 2025 berhasil melanjutkan perjalanan akademiknya hingga dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 3.
Sebelas karya tersebut terbit melalui dua jurnal ilmiah, yakni Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan (JSKK) dan MEDIKORA. Sebanyak empat karya dipublikasikan melalui JSKK, sementara tujuh karya lainnya hadir melalui MEDIKORA.
Capaian ini menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat yang sejak awal dibangun oleh NCFS, yaitu menghadirkan ruang bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, industri, dan pelaku sepak bola untuk bertukar gagasan sekaligus mendorong lahirnya karya ilmiah yang relevan bagi perkembangan sepak bola.
Empat Karya Terbit di JSKK
Empat karya dari NCFS 2025 berhasil dipublikasikan melalui Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan (JSKK).
Karya pertama adalah “Smart Strategies to Prevent ACL Injuries: What Does the Research Say About FIFA 11+?” oleh Miftahudin Sigit dari Universitas Singaperbangsa Karawang. Kajian ini mengangkat strategi pencegahan cedera ACL dengan meninjau bukti ilmiah terkait implementasi program FIFA 11+.
Selanjutnya, “Identification of Community-Based Football Activities in Yogyakarta: A Philosophical Review” oleh Andika Djalu dari Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo membahas aktivitas sepak bola berbasis komunitas di Yogyakarta melalui perspektif filosofis.
Karya ketiga, “A Preliminary Study on the Need for Psychological Intervention for Injury Rehabilitation in Youth Football” oleh Putu Satwika dari Dinas Pemuda dan Olahraga, menyoroti pentingnya dukungan psikologis dalam proses rehabilitasi cedera pemain sepak bola usia muda.
Sementara itu, Lalu Hulfian dari Universitas Pendidikan Mandalika melalui karya “Improving Young Athletes’ Life Skills Through an Integrated Early Age Football Competition Model in the Framework of Positive Youth Development” mengangkat pengembangan life skills atlet muda melalui model kompetisi sepak bola usia dini yang terintegrasi dengan pendekatan Positive Youth Development.
Keempat karya tersebut menunjukkan luasnya cakupan pembahasan yang hadir dalam NCFS 2025, mulai dari pencegahan cedera, sepak bola komunitas, psikologi olahraga, hingga pengembangan karakter atlet muda.
Tujuh Karya Dipublikasikan melalui MEDIKORA
Selain JSKK, tujuh karya lainnya dari NCFS 2025 juga berhasil dipublikasikan melalui MEDIKORA.
Rin Aulia dan tim melalui karya “Membangun Tim Nasional dari Jalanan: Studi Manajemen Partisipatif dalam Pembentukan Timnas Homeless Indonesia” mengangkat proses pembentukan Tim Nasional Homeless Indonesia melalui pendekatan manajemen partisipatif bersama Perkumpulan Rumah Cemara, Bandung.
Dari ranah analisis data sepak bola, Dzikry Lazuardi dan tim dari Lapang Bola menghadirkan penelitian “Analisis Korelasi Parameter Statistik dan Hasil Pertandingan Sepak Bola: Studi Kasus Liga Indonesia”. Kajian ini mengeksplorasi hubungan antara berbagai parameter statistik dengan hasil pertandingan sepak bola.
Agung Dwi Juniarsyah dan tim dari Institut Teknologi Bandung turut menghadirkan karya “Karakteristik Pemain Futsal dari Tingkat Kompetitif Berbeda: Studi Kasus Pemain Futsal Semi-Profesional dan Pemain Futsal Amatir”. Penelitian tersebut membahas perbedaan karakteristik pemain futsal berdasarkan tingkat kompetitif.
Sementara itu, Muhammad Syafiq dan tim melalui karya “Perancangan Strategi Kompetisi Sepak Bola Profesional Berbasis Data” membawa pendekatan berbasis data ke dalam pembahasan mengenai pengembangan strategi kompetisi sepak bola profesional.
Kajian mengenai sepak bola wanita juga hadir melalui karya Irana Mery Alviana dan tim dari Universitas Singaperbangsa Karawang berjudul “Karakteristik Fisiologis dan Antropometri Atlet Sepak Bola Wanita: A Study Literature Review”. Karya ini mengulas karakteristik fisiologis dan antropometri yang berkaitan dengan performa atlet sepak bola wanita.
Dari bidang nutrisi dan pemulihan atlet, Tri Bayu Norito dan tim dari Universitas Jambi menghadirkan karya “Peran Suplementasi dan Hidrasi dalam Pemulihan Atlet Sepak Bola: Tinjauan Sistematis”. Penelitian tersebut menyoroti peran suplementasi dan hidrasi sebagai bagian penting dalam proses pemulihan pemain sepak bola.
Melengkapi tujuh publikasi di MEDIKORA, Sahrur Ramadhan, Dikdik Zafar Sidik, Fitri Rosdiana, dan Ira Purnamasari menghadirkan penelitian “Enchancing Anaerobic Endurance Across Soccer Player Postions Through High Intensity Interval Training”. Kajian ini membahas pendekatan high-intensity interval training dalam meningkatkan daya tahan anaerobik pemain sepak bola berdasarkan posisi bermain.
Keberagaman topik tersebut semakin menunjukkan bahwa pengembangan sepak bola tidak hanya berbicara mengenai taktik dan hasil pertandingan. Di dalamnya terdapat berbagai aspek penting seperti manajemen, analisis data, fisiologi, antropometri, nutrisi, pemulihan, psikologi, pengembangan usia muda, hingga peningkatan performa fisik pemain.
Dari Presentasi Menuju Publikasi
Bagi NCFS, keberhasilan 11 karya tersebut untuk terbit di jurnal terakreditasi SINTA 3 memiliki makna yang lebih luas dari sekadar capaian akademik.
Hal ini menunjukkan bahwa konferensi dapat menjadi titik awal dari proses ilmiah yang berkelanjutan. Sebuah gagasan tidak berhenti ketika sesi presentasi selesai, tetapi dapat terus dikembangkan, diperkuat, didiskusikan, dan diarahkan menuju publikasi yang mampu menjangkau komunitas ilmiah maupun ekosistem sepak bola yang lebih luas.
NCFS sejak awal dibangun sebagai ruang pertemuan antara ilmu pengetahuan dan praktik sepak bola. Melalui forum ini, para peneliti dan praktisi memiliki kesempatan untuk membawa persoalan nyata di lapangan ke dalam kajian ilmiah, sekaligus mendorong hasil penelitian agar memiliki relevansi terhadap kebutuhan perkembangan sepak bola.
Keberhasilan publikasi ini juga memperlihatkan besarnya potensi riset sepak bola Indonesia. Dari 11 karya yang terbit, tema yang dibahas mencakup pencegahan cedera, psikologi rehabilitasi, sepak bola komunitas, pengembangan atlet muda, manajemen partisipatif, analisis statistik pertandingan, karakteristik pemain futsal, strategi kompetisi berbasis data, sepak bola wanita, nutrisi dan hidrasi, hingga peningkatan daya tahan anaerobik pemain.
Seluruh karya tersebut menjadi bagian dari jejak ilmiah NCFS 2025 dan dapat ditelusuri melalui halaman Published Papers pada website resmi NCFS.
Melalui capaian ini, NCFS akan terus memperkuat perannya sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, industri, dan pelaku sepak bola.
Karena bagi NCFS, masa depan sepak bola Indonesia tidak hanya dibangun di atas lapangan, tetapi juga melalui riset, pengetahuan, inovasi, dan keberanian untuk membawa setiap gagasan menuju dampak yang lebih nyata.
Tidak berhenti pada sesi presentasi dan diskusi selama konferensi, sebanyak 11 karya ilmiah yang menjadi bagian dari NCFS 2025 berhasil melanjutkan perjalanan akademiknya hingga dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 3.
Sebelas karya tersebut terbit melalui dua jurnal ilmiah, yakni Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan (JSKK) dan MEDIKORA. Sebanyak empat karya dipublikasikan melalui JSKK, sementara tujuh karya lainnya hadir melalui MEDIKORA.
Capaian ini menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat yang sejak awal dibangun oleh NCFS, yaitu menghadirkan ruang bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, industri, dan pelaku sepak bola untuk bertukar gagasan sekaligus mendorong lahirnya karya ilmiah yang relevan bagi perkembangan sepak bola.
Empat Karya Terbit di JSKK
Empat karya dari NCFS 2025 berhasil dipublikasikan melalui Jurnal Sains Keolahragaan dan Kesehatan (JSKK).
Karya pertama adalah “Smart Strategies to Prevent ACL Injuries: What Does the Research Say About FIFA 11+?” oleh Miftahudin Sigit dari Universitas Singaperbangsa Karawang. Kajian ini mengangkat strategi pencegahan cedera ACL dengan meninjau bukti ilmiah terkait implementasi program FIFA 11+.
Selanjutnya, “Identification of Community-Based Football Activities in Yogyakarta: A Philosophical Review” oleh Andika Djalu dari Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarukmo membahas aktivitas sepak bola berbasis komunitas di Yogyakarta melalui perspektif filosofis.
Karya ketiga, “A Preliminary Study on the Need for Psychological Intervention for Injury Rehabilitation in Youth Football” oleh Putu Satwika dari Dinas Pemuda dan Olahraga, menyoroti pentingnya dukungan psikologis dalam proses rehabilitasi cedera pemain sepak bola usia muda.
Sementara itu, Lalu Hulfian dari Universitas Pendidikan Mandalika melalui karya “Improving Young Athletes’ Life Skills Through an Integrated Early Age Football Competition Model in the Framework of Positive Youth Development” mengangkat pengembangan life skills atlet muda melalui model kompetisi sepak bola usia dini yang terintegrasi dengan pendekatan Positive Youth Development.
Keempat karya tersebut menunjukkan luasnya cakupan pembahasan yang hadir dalam NCFS 2025, mulai dari pencegahan cedera, sepak bola komunitas, psikologi olahraga, hingga pengembangan karakter atlet muda.
Tujuh Karya Dipublikasikan melalui MEDIKORA
Selain JSKK, tujuh karya lainnya dari NCFS 2025 juga berhasil dipublikasikan melalui MEDIKORA.
Rin Aulia dan tim melalui karya “Membangun Tim Nasional dari Jalanan: Studi Manajemen Partisipatif dalam Pembentukan Timnas Homeless Indonesia” mengangkat proses pembentukan Tim Nasional Homeless Indonesia melalui pendekatan manajemen partisipatif bersama Perkumpulan Rumah Cemara, Bandung.
Dari ranah analisis data sepak bola, Dzikry Lazuardi dan tim dari Lapang Bola menghadirkan penelitian “Analisis Korelasi Parameter Statistik dan Hasil Pertandingan Sepak Bola: Studi Kasus Liga Indonesia”. Kajian ini mengeksplorasi hubungan antara berbagai parameter statistik dengan hasil pertandingan sepak bola.
Agung Dwi Juniarsyah dan tim dari Institut Teknologi Bandung turut menghadirkan karya “Karakteristik Pemain Futsal dari Tingkat Kompetitif Berbeda: Studi Kasus Pemain Futsal Semi-Profesional dan Pemain Futsal Amatir”. Penelitian tersebut membahas perbedaan karakteristik pemain futsal berdasarkan tingkat kompetitif.
Sementara itu, Muhammad Syafiq dan tim melalui karya “Perancangan Strategi Kompetisi Sepak Bola Profesional Berbasis Data” membawa pendekatan berbasis data ke dalam pembahasan mengenai pengembangan strategi kompetisi sepak bola profesional.
Kajian mengenai sepak bola wanita juga hadir melalui karya Irana Mery Alviana dan tim dari Universitas Singaperbangsa Karawang berjudul “Karakteristik Fisiologis dan Antropometri Atlet Sepak Bola Wanita: A Study Literature Review”. Karya ini mengulas karakteristik fisiologis dan antropometri yang berkaitan dengan performa atlet sepak bola wanita.
Dari bidang nutrisi dan pemulihan atlet, Tri Bayu Norito dan tim dari Universitas Jambi menghadirkan karya “Peran Suplementasi dan Hidrasi dalam Pemulihan Atlet Sepak Bola: Tinjauan Sistematis”. Penelitian tersebut menyoroti peran suplementasi dan hidrasi sebagai bagian penting dalam proses pemulihan pemain sepak bola.
Melengkapi tujuh publikasi di MEDIKORA, Sahrur Ramadhan, Dikdik Zafar Sidik, Fitri Rosdiana, dan Ira Purnamasari menghadirkan penelitian “Enchancing Anaerobic Endurance Across Soccer Player Postions Through High Intensity Interval Training”. Kajian ini membahas pendekatan high-intensity interval training dalam meningkatkan daya tahan anaerobik pemain sepak bola berdasarkan posisi bermain.
Keberagaman topik tersebut semakin menunjukkan bahwa pengembangan sepak bola tidak hanya berbicara mengenai taktik dan hasil pertandingan. Di dalamnya terdapat berbagai aspek penting seperti manajemen, analisis data, fisiologi, antropometri, nutrisi, pemulihan, psikologi, pengembangan usia muda, hingga peningkatan performa fisik pemain.
Dari Presentasi Menuju Publikasi
Bagi NCFS, keberhasilan 11 karya tersebut untuk terbit di jurnal terakreditasi SINTA 3 memiliki makna yang lebih luas dari sekadar capaian akademik.
Hal ini menunjukkan bahwa konferensi dapat menjadi titik awal dari proses ilmiah yang berkelanjutan. Sebuah gagasan tidak berhenti ketika sesi presentasi selesai, tetapi dapat terus dikembangkan, diperkuat, didiskusikan, dan diarahkan menuju publikasi yang mampu menjangkau komunitas ilmiah maupun ekosistem sepak bola yang lebih luas.
NCFS sejak awal dibangun sebagai ruang pertemuan antara ilmu pengetahuan dan praktik sepak bola. Melalui forum ini, para peneliti dan praktisi memiliki kesempatan untuk membawa persoalan nyata di lapangan ke dalam kajian ilmiah, sekaligus mendorong hasil penelitian agar memiliki relevansi terhadap kebutuhan perkembangan sepak bola.
Keberhasilan publikasi ini juga memperlihatkan besarnya potensi riset sepak bola Indonesia. Dari 11 karya yang terbit, tema yang dibahas mencakup pencegahan cedera, psikologi rehabilitasi, sepak bola komunitas, pengembangan atlet muda, manajemen partisipatif, analisis statistik pertandingan, karakteristik pemain futsal, strategi kompetisi berbasis data, sepak bola wanita, nutrisi dan hidrasi, hingga peningkatan daya tahan anaerobik pemain.
Seluruh karya tersebut menjadi bagian dari jejak ilmiah NCFS 2025 dan dapat ditelusuri melalui halaman Published Papers pada website resmi NCFS.
Melalui capaian ini, NCFS akan terus memperkuat perannya sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, industri, dan pelaku sepak bola.
Karena bagi NCFS, masa depan sepak bola Indonesia tidak hanya dibangun di atas lapangan, tetapi juga melalui riset, pengetahuan, inovasi, dan keberanian untuk membawa setiap gagasan menuju dampak yang lebih nyata.


